so BAD

hidup emang skenario yang udah paten dari Tuhan ..

dimana aku yang jadi aktor utama .

tentangku , kisahku, dan hidupku .

bahagia dukaku udah lengkap di situ .

di saat aku merasa sendiri , dan tak dapat bangkit .

di sana Tuhan mengangkatku .

dari aku yang di sia-siakan – walau mungkin itu hanya pikirku..

dari aku yang tak pernah dilihat dengan utuh oleh kedua mata mereka .

dari aku yang hanya buruk dipandang .

dari aku yang tak akan pernah baik mereka anggap .

mereka yang tidak mengetahuiku .

memahamiku .

dan ….

menjadi aku .

itu hanya garis kecil dari Tuhan yang aku rasakan SAAT INI .

tanyaku “sampai kapan?”

WAKTU yang kelak menjawab .

saat di mana aku akan berdiri tegar .

saat di mana aku akan baik .

dan saat di mana MEREKA TERSENYUM ATAS KEBAHAGIAANKU .

mengertilah .

walau itu hanya sepersekian detik aku ada di dalam hidup kamu , atau kalian.

kuatkan aku , bukan lemahkan ku .

jika memang ini sulit , hapus aku dari kehidupan .

dan jika aku harus PERGI , TERSENYUMlah atas kepergianku kelak .

karena itu adalah KEBAHAGIAAN TELAK yang akan kamu dapatkan .

Fungsi Hormone Auksin, Sitokinin, Giberelin, dan Asam Absisat

 

  1. Auksin

Auksin berperan dalam pertumbuhan untuk memacu proses pemanjangan sel. Hormone auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh). Jika terkena cahaya matahari, auksin menjadi tidak aktif. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari. Akibatnya, tumbuhan akan memmbengkok ke arah cahaya matahri. Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan siferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apical (ujung) batang dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral (samping) atau tunas ketiak. Bila tunas apical batang dipotong, tunas lateral akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini disebut dominansi apical.

Fungsi lain dari auksin adalah merangsang cambium untuk membentuk xylem dan floem, memelihara elastisitas dinding sel, membentuk dinding sel primer (dinding sel yang pertama kali dibentuk pada sel tumbuhan), menghambatnya rontoknya buah dan gugurnya daun, serta mampu membantu proses partenokarpi. Partenokarpi adalah proses pembuahan tanpa penyerbukan.

Pemberian hormone auksin pada tumbuhan akan menyebabkan terjadinya pembentukan buah tanpa biji, akar lateral (samping), dan serabut akar. Pembentukan akar lateral dan serabut akar menyebabkan proses penyerapan air dan mineral dapat berjalan optimum.

 

  1. Giberelin

Giberelin merupakan hormone yang berfungsi sinergis (bekerja sama) dengan hormone auksin. Giberelin berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio. Giberelin akan merangsang pembentukan enzim amylase. Enzim tersebut berperan memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa. Glukosa merupakan sumber energy pertumbuhan. Apabila giberelin diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.

Giberelin juga berfungsi dalam proses pembentukan biji, yaitu merangsang pembentukan serbuk sari (polen), memperbesar ukuran buah, merangsang pembentukan bunga, dan mengakhiri masa dormansi biji. Giberelin dengan konsentrasi rendah tidak merangsang pembentukan akar, tetapi pada konsentrasi tinggi akan merangsang pembentukan akar.

Giberelin pertama kali diisolasi dari jamur Giberrella fujikuroi. Hormone giberelin dapat dibagi menjadi berbagai jenis, yaotu giberelin A, giberelin A2, dan giberelin A3 yang memiliki struktur molekul dan fungsi yang sangat spesifik. Misalnya, hormone giberelin yang satu berpengaruh terhadap pertumbuhan, sedangkan yang alin berpengaruh terhadap pembentukan bunga.

 

  1. Sitokinin

Sitokinin adalah hormone yang berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis). Fungsi sitokinin adalah :

  • Merangsang pembentukan akar dan batang serta pembentukan cabang akar dan batang dengan menghambat dominansi apical
  • Mengatur pertumbuhan daun dan pucuk
  • Memperbesar daun muda
  • Mengatur pembentukan bunga dan buah
  • Menghambat proses penuaan dengan cara merangasang proses serta transportasi garam-garam mineral dan asam amino ke daun.
  • Sitokinin diperlukan bagi pembentukan organel-organel semacam kloroplas dan mungkin berperan dalam perbungaan
  • Merangsang sintesis protein dan RNA untuk mensintesis substansi lain

Senyawa sitokinin pertama kali ditemukan pada tanaman tembakau dan disebut kinetin. Senyawa ini dibentuk pada bagian akar dan ditrasportasikan ke seluruh bagian sel tanaman tembakau. Senyawa sitokinin juga terdapat pada tanaman jagung dan disebut zeatin.

 

  1. Asam absisat (ABA)

Asam absisat merupakan senyawa inhibitor (penghambat) yang bekerja antagonis (berlawanan) dengan auksin dan giberelin. Asam absisat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun. Hormone ini berfungsi untuk mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, misalnya kekurangan air, dengan cara dormansi. Kekurangan air akan menyebabkan peningkatan kadar hormone asam absisat di sel penutup stomata. Akibatnya, stomata akan tertutup dan transpirasi berkurang sehingga keseimbangan airdapat dijaga.

 

 

 

 

 

Sumber Literatur

 

Heddy, Suwasono. 1989. Hormon Tumbuhan. Jakarta : Rajawali

Salisbury, Frank B. dan Cleon W. Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. Bandung : ITB

 

media MS dan VW

Komposisi media Murashige dan Skoog (MS)

Komponen

Komposisi (mg/l)

Unsure makro

NH4NO3

KNO3

CaCl2.2H2O

MgSO4.7H2O

KH2PO4

 

1.650

1.900

 440

 370

Unsure mikro

KI

H3BO3

MnSO4.4H2O

ZnSO4.7H2O

Na2SO4.2H2O

CuSO4.5H2O

CoCl2.6H2O

Na2EDTA

FeSO4.7H2O

 

0,830

6,200

22,300

8,600

0,250

0,025

0,025

37,300

27,800

Vitamin dan asam amino

Thiamin

Asam nikotinat

Pyridoxine HCl

Glycine

Asam sistein

Asam pantotenat

Myo-inositol

 

1,000

0,500

0,500

2,000

50,000

3,000

100,000

Sukrosa

30,000

Agar

7.000

 

Marlina, Nina. Teknik Modifikasi Media Murashige dan Skoog (MS) untuk Konservasi In Vitro Mawar (Rossa spp). Buletin Teknik Pertanian Volume 9, Nomor 1, 2004.

Komposisi media Vacin and Went(VW)

 

Bahan-bahan

Jumlah per liter media

Stok per 100 ml (untuk 10 L media)

Keterangan

Ca3(PO4)2

KNO3

KH2PO4

(NH4)2SO4

MnSO4.2H2O

MgSO4.7H2O

Fe EDTA

Sukrosa/gula

Agar

Air kelapa

Aquadest

0,20 g

0,525 g

0,25 g

0,50 g

0,0075 g

0,25 g

0,028 g

20,0 g

8 g

150 ml

±850 ml

2 g+

5,25 g*

2,5 g*

5 g*

0,075 g*

2,5 g*

0,28 g*

*) dicampur kemudian dilarutkan dengan aquadest hingga 100 ml. volume stok yang digunakan untuk 1 L media adalah 10 ml.

 

+) Ca3(PO4)2 dilarutkan dahulu dengan HCl 1 N beberapa tetes, Fe EDTA dilarutkan dengan NaOH 1 N beberapa tetes. Masing-masing dilautkan dengan aquadest hingga 100 ml. volume stok yang digunakan untuk 1 L media adalah 10 ml.

 

Amilah dan Yuni Astuti. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Taoge dan Kacang Hijau pada Media Vacin and Went (VW) terhadap Pertumbuhan Kecambah Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis, L). Bulletin Penelitian No. 09 Tahun 2006